»

Sunday, August 12, 2007

Ketika 4JJI memblokir jalan

Kebayang ngga', ketika suatu waktu kita hendak menuju suatu tempat,
lalu jalan menuju ke tempat tersebut di blokir?
Apa yang biasanya kita lakukan?
Biasanya sih ada yang nekad menerobos maju, hingga kena sempritan polisi
Akhirnya?
Kalo tidak STNK diamankan…ya damai, dengan uang sekitar 50rb-150rb
(ini sih diIndonesia…hanya di Indonesia..)

Lalu, mungkin ada juga yang mengurungkan niat, berbalik pulang, lalu
merencanakan untuk pergi ke tempat lain..
Kalo saya sih-dan mungkin umumnya orang lain-biasanya mencari jalan
alternatif..
Yang jelas kalo dah niat berangkat, ya diusahakan sampai..

Lalu bagaimana kalo jalan alternatif pertama juga ditutup, karena
sesuatu dan lain hal misalnya..?
Umumnya orang akan mencari jalan alternatif kedua, ketiga, dst..
Atau bila tidak sampai juga, biasanya kita akan menentukan tujuan
alternatif, yang senada dengan tujuan sebelumnya…

Seperti kisah saya mencari makan siang …

niat awalnya ingin makan soto ceker, yang karena harga mahal akhirnya
urung membeli,boros. . lalu beralih berniat beli nasi uduk.
Namun karena ada kawinan, jalan diblokir, saya mencari jalan
alternatif yang lain, tapi di tengah jalan akhirnya niat berubah lagi,
malah dapat gado-gado..
Bisa jadi lebih mahal dari nasi uduk, tapi lebih murah dari soto ceker.
Yang jelas, lebih enak, puas..atau mungkin saja saat itu tubuh saya
memang sedang butuh serat, sehingga untungnya jadi berlipat.

Lalu,
Pernah terpikir ngga' bila suatu saat Allah memblokir jalan hidup yang
ingin kita tempuh, jalan yang kita niatkan, yang kita harapkan..?
Saya berusaha memikirkan hal ini…
Kekuasaan Allah selalu menyertai detik kehidupan kita. Ikut campur
dalam setiap scenario yang (kita anggap..) kita sketsakan..
Hingga di ujung penelusuran akal, saya dapatkan hikmah bahwa hidup
kita sudah di-giring oleh Allah menuju kehendak-Nya.

Misalnya ,tentang seorang teman perempuan yang suka pada seorang laki-laki,
namun dengan mantap memutuskan menikahi laki-laki lain yang lebih
paham agama, lebih memiliki komitmen dalam menjaga diri dari korupsi
dll. Awalnya ia sempat ragu, membayangkan keterpaksaan yang sengaja
dia pilih. Namun akhirnya, Allah berkenan memberi kesempatan kepadanya
untuk berucap : "Na…aku takut terlalu mencintai suamiku…. "

Dari sana kita sudah bisa melihat dengan jelas benang
merahnya..
Allah menghendaki yang terbaik bagi hamba yang memang menggantungkan
segala sesuatu kepadaNya..

Jalan-jalan yang diblokir oleh Allah,

bisa jadi..
Merupakan jalan untuk menggiring kita menuju takdir terbaik yang telah
ditetapkannya. .

Bisa jadi…
Menjadi sarana bagi Allah untuk mendekatkan kita kepadaNya…hingga kita
selalu berdoa mengingatNya, bergantung padaNya..

Bisa jadi…
Karena Ia ingin melihat usaha dan kesungguhan kita..
Menguji siapa yang tahan uji, siapa yang tidak..
Menguji kesungguhan niat..

Lebih dari itu..sesungguhnya Ia Mengetahui, sedang kita tidak tahu apa-apa
Ia Maha berkehendak, sementara kita adalah makhluk yang senantiasa
membutuhkanNya. .

Kadang ada kemauan Allah yang tidak kita mengerti..
Karena Allah memang bekerja dengan cara yang tidak akan pernah kita
mengerti..

Hingga suatu saat hikmah itu datang dengan sendirinya..
Menyerbu akal, yang kadang mengundang tahmid dan istighfar..
Tidak sedikit yang membawa senyum, juga kelegaan yang sangat…

Jadi, bila suatu waktu Allah memblokir jalan anda..
Cobalah berhuznodzon, berbaik sangka, meneguhkan niat, lalu cerdas
dalam berusaha..
InsyaAllah, Allah akan melihat usaha anda, lalu membukakan jalan lain
bagi anda, yang bisa jadi lebih mulus, tidak macet, atau penuh dengan
polusi udara..

Atau..

Sempatkan untuk berfikir…jangan- jangan pemblokiran jalan itu hanya
untuk sementara waktu, karena ada alasan yang terkadang tidak bisa
kita duga..
Sehingga setelahnya, anda sudah dapat lewat dan mencapai tujuan yang
sudah direncanakan sebelumnya…

Wallahu'alam…

0 comments: