»

Thursday, June 28, 2007

Asyhadu An-Laa Ilâha Illallâh...

Berkas:syahadat1.gif
Subhannallah... kali ini aq sungguh menyaksikan bahwa tiada Illah selain Engkau, merasakan kasih sayang-Mu ya Allah... Hari Rabu27 Juni kemarin aq operasi gigi.. Prediksi awal dokter, mungkin ada kecacatan di wajahku setelah operasi, mungkin, tulang rahangku akan bergeser, atau kulit pipiku akan berlubang dlsb.. Ya Allah... Aq sungguh takut, takut sekali.... aq ingin ikhlas pada semua keputusanMu.. Tapi sungguh, sulit sekali hati ini untuk ikhlas jika hal itu benar terjadi pada diriku...
Pagi itu, d perjalanan aq telah berhasil menenangkan diriku.. untuk pasrah apapun yang terjadi.. Tetapi entah mengapa, dokter yang mengoperasiku sedianya akan dimulai pukul 08.30, sampai jam 10.00 belum juga tiba. Tubuhku terasa dingin sekali, sungguh, aku takuttt... sebelumnya aku melihat seorang bapak yang akhirnya harus menjalani operasi berkali2 dan pipinya bengkak besar sekali... Ya Allah.. Aq sungguh takut sekali.. Akhirnya, pukul 10.20 aq masuk ruang periksa, dan melakukan pemeriksaan awal oleh CoAss dokter tersebut, dan 10.30 aq masuk ruang operasi, ditangani oleh Drg. Dwi dan CoAss nya, Ria. Begitu duduk di kursi operasi, badanku terasa mati, aq takut sekali.. sampai akhirnya wajahku ditutup dengan selembar kain, dan operasi dimulai.. Aq hanya bisa berzikir Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maulaa wa ni'mal wakiil. Cukuplah Allah sebagai tempat bergantung. dan Allah adalah sebaik-baik pelindung.. itu yang kuucapkan dalam hati berulang-ulang sambil mencoba mentidak perdulikan dokter tersebut menyuruh mengambil bor, suntik bius yang berkali2 menusuk mulutku, tang dan peralatan lain yang silih berganti masuk dalam mulutku serta menyuruh CoAss nya untuk mencoba mengebor gigiku... Sungguh, awalnya nyeri sekali... Tapi aq selalu percaya Allah selalu melindungiku dan ibuku di luar selalu menyertaiku dengan doanya... Akhirnya.. Operasi selesai dan suksess... Prediksi awal dokter yang menyatakan bahwa gigiku menusuk tulang dan kulit pipi tidak terbukti.. Ternyata gigiku hanya terpendam di dalam gusi dan busuk disana akibat tertahan oleh gusi dan tidak bisa keluar.. dan Aq baik-baik saja, hanya pendarahan sampai keesokan harinya dan bergulung-gulung tissue yang harus kuhabiskan untuk itu.. dan hari ini aq sudah bisa bekerja kembali walaupun dengan pipi seperti ada bola bekel didalamnya...
Subhannallah... Memang Engkau sebaik2 pelindung yang selalu menjagaku, dan Engkau tidak akan memberikan cobaan diluar kemampuan hamba-Mu.. Terima Kasih 4JJI...

Tuesday, June 19, 2007

Hikmah hari ini...

Ketika kumohon kepada Allah kekuatan,
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat.
Ketika kumohon kepada Allah kebijaksanaan,
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan.
Ketika kumohon kepada Allah kesejahteraan,
Allah memberiku akal untuk berpikir.
Ketika kumohon kepada Allah keberanian,
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi.
Ketika kumohon kepada Allah sebuah cinta,
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong.
Ketika kumohon kepada Allah bantuan,
Allah memberiku kesempatan.
Aku tak pernah menerima apa yang kuminta,
tetapi aku menerima segala yang kubutuhkan.
Doaku terjawab sudah….

Monday, June 18, 2007

..blum punya judul...

Dibalik sayapmu itu
Tersimpan ketegaran
Rasuki Jiwa yang letih
membuatnya lenyap
Dan datanglah kesunyian
Menjalar pada tiap urat nadi
Hingga kupikir kini
aku tak ingin kehilangan

Karena aku butuh engkau
Tuk hangatkan tiap titik ragaku
Dengan sayapmu
Sayap lembut itu
Yang akan membawaku
Terbang, melayang
menuju kebahagiaan abadi

Jika ia sebuah cinta...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak mendengar...
namun senantiasa bergetar....

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..

jika ia sebuah cinta.....
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan...

jika ia sebuah cinta.....
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan...
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan...

Usah Kau Lara Sendiri

Kegelisahan, kedukaan dan airmata adalah bagian sketsa hidup di dunia ini. Tetesan airmata bermuara dari hati yang terselaputkan kegelisahan jiwa terkadang memilukan, hingga membuat keresahan dan kebimbangan. Kedukaan karena kerinduan yang teramat sangat dalam menyebabkan kepedihan yang memenuhi rongga dada, jiwa yang rapuh pun berkisah pada alam serta kehidupan, bertanya dimanakah pasangan jiwa berada. Lalu, hati menciptakan serpihan kegelisahan, bagaikan anak yang hilang dari ibunya di tengah keramaian.

Keinginan bertemu pasangan jiwa, bukankah itu sebuah fitrah? Semua itu hadir tanpa disadari sebelumnya hingga tanpa sadar telah menjadi bagian hidup yang tak terpisahkan. Sebuah kewajaran pula bahwa setiap wanita ingin menjadi seorang istri dan ibu yang baik ketimbang menjalani hidup dalam kesendirian. Dengan sentuhan kasih sayang dan belaiannya akan terbentuk jiwa-jiwa yang sholeh dan sholehah. Duhai... betapa mulianya kedudukan seorang wanita, apalagi bila ia seorang wanita beriman yang mampu membina dan menjaga keindahan Islami hingga memenuhi setiap sudut rumahtangganya.

Allah Subhanahu wa Ta'ala pun telah menciptakan wanita dengan segala keistimewaannya, hamil, melahirkan, menyusui hingga keta'atan dan memenuhi hak-hak suaminya laksana arena jihad fisabilillah. Karena itu, yakinkah batin ini tiada goresan saat melihat pernikahan wanita lain dibawah umurnya? Pernahkah kita menyaksikan kepedihan wanita yang berazam menjaga kehormatan diri hingga ia menemukan pasangan jiwanya? Dapatkah kita menggambarkan perasaannya yang merintih saat melihat kebahagiaan wanita lain melahirkan anak? Atau, tidakkah kita melihat kilas tatapan sedih mereka ketika melihat aqiqah anak kita?

Letih... sungguh amat letih jiwa dan raga, sendiri mengayuh biduk kecil dengan rasa hampa tanpa tahu kapankah berlabuh.

Ukhti sholehah yang disayang Allah Subhanahu wa Ta'ala...

Dalam Islam, kehidupan manusia bukan hanya untuk dunia ini saja, ada dunia fana, pun ada akhirat. Memang, setiap manusia sudah diciptakan berpasangan, namun maksudnya tidak dibatasi hanya dunia fana ini saja. Jadi mungkin saja ada manusia yang jodohnya baru dipertemukan nanti di akhirat. Seseorang yang belum menemukan pasangan jiwanya di dunia fana ini, insya Allah akan dipertemukan di akhirat nanti, selama ia beriman dan bertaqwa serta sabar atas ujian-Nya yang telah menetapkan dirinya sebagai lajang di dunia fana.

Keresahan dan kegelisahan janganlah sampai merubah pandangan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kalaulah rasa itu selalu menghantui, usah kau lara sendiri duhai ukhti, taqarrub-lah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kembalikan segala urusan hanya kepada-Nya, bukankah hanya Ia yang Maha Memberi dan Maha Pengasih. Ikhtiar, munajat serta untaian doa tiada habis-habisnya curahkanlah kepada Sang Pemilik Hati. Jangan membandingkan diri ini dengan wanita lain, karena Allah pasti memberikan yang terbaik untuk setiap hamba-Nya, meski ia tidak menyadarinya.

Usahlah dirimu bersedih lalu menangis di penghujung malam karena tak kunjung usai memikirkan siapa kiranya pasangan jiwa, menangislah karena airmata permohonan kepada-Nya di setiap sujud. Jadikan hidup ini penuh dengan harapan baik kepada Sang Pemilik Jiwa, dan kesiapan menghadapi putaran waktu, hingga setiap gerak langkah serta helaan nafas bernilai ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tausyiah-lah selalu batin dengan tarbiyah Ilahi hingga diri ini tidak sepi dalam keheningan. Bukankah kalau sudah saatnya tiba, jodoh itu tak akan lari kemana, karena sejak ruh telah menyatu dengan jasad ini, siapa pasangan jiwamu pun telah dituliskan-Nya.

Sabar dan sabarlah ukhti sholehah...

Bukankah matahari akan selalu menghiasi pagi dengan kemewahan sinar keemasannya, malam pun masih indah dengan bintang gemintang keperakan, dan kicau bening burung malam selalu riang mencandai sang rembulan. Senyumlah, laksana senyum penuh pesona butir embun yang selalu setia melantunkan tasbih dan tahmid di kala subuh. Hapuslah airmata di pipi, hilangkan lara di hati hingga akan dirimu rasakan tak ada lagi gejolak keresahan, kegamangan atau pun kegelisahan, terimalah semua sebagai bagian dari perjalanan hidup, hingga dirimu temukan rahasia kehidupan bahwa semua ini adalah tanda kebesaran hati dan jiwa, semoga.

Wallahu alam bi showab,

*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*

Al-Hubb Fillah wa Lillah,

Abu Aufa

Wednesday, June 13, 2007

Antara Kesuksesan, Kekayaan, dan CInta...

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.
Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar.


Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk menganjal perut.
" Pria berjenggot itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar."
"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk.
Kami akan menunggu sampai suami mu kembali," kata pria itu.


Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi.
Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu iaberkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini."


Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama, " kata pria itu hampir bersamaan.
"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seorang pria ituberkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan",sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.
"Sedangkan aku sendiri bernama Cinta.
Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa di antara kami yang boleh masuk ke rumahmu."


Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar.
Suaminya pun merasa heran.
"Ho ho... menyenangkan sekali.
Baiklah, kalaubegitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam.
Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu.
Ia bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untukmembantu keberhasilan panen gandum kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
"Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Cinta yang masuk ke dalam?
Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Cinta."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka.
"Baiklah, ajak masuksi Cinta ini ke dalam.
Dan malam ini, Si Cinta menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu.
"Siapa di antara Anda yang bernama Cinta?
Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."
Si Cinta bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah.

Ohho.. ternyata, kedua pria berjenggot lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.
"Aku hanya mengundang si Cinta yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"
Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan.
"Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun,karena Anda mengundang si Cinta, maka, kemanapun Cinta pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Di sana ada Cinta, maka Kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta.

Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami buta. Dan hanya si Cinta yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan saat kami menjalani hidup ini.

Impian dan layang-layang...

Layang-layang, semua orang yang pernah memainkan permainan ini pasti tahu. Sebuah permainan yang harus dihadapi dengan penuh kesabaran dan keyakinan. Kenapa? Karena untuk bisa menerbangkan layang-layang dibutuhkan kesabaran yang luar biasa dan keyakinan yang kuat agar layang-layang kita bisa terbang tinggi menjulang di langit.

Sadarkah kamu bahwa impian hidup kita itu bagaikan sebuah layang-layang? Jika kita ingin impian kita itu tinggi menjulang di langit maka kita harus berusaha untuk meninggikan impian kita itu. Bila kita saja tidak yakin dengan impian kita, misalnya kita takut bermimpi terlalu tinggi maka hasilnya adalah kamu tidak akan dapat menaikkan mimpimu itu. Namun bila kamu sudah punya cukup keberanian dan keyakinan untuk meninggikan impianmu itu maka yang harus kamu lakukan adalah berusaha untuk menaikkannya. Dengan modal kesabaran dan keyakinan tadi kita bisa membuat mimpi kita menjulang tinggi di langit, artinya kita berhasil meninggikan impian kita itu.

Menaikkan sebuah layang-layang agar dapat terbang tinggi di langit bukanlah hal yang mudah. Pasti akan terbesit rasa lelah dan putus asa. Namun, bila kita telah berhasil menaikkannya apa yang akan kita rasakan? Ya…kepuasan yang luar biasa serta kebanggaan terhadap diri kita pun bertambah.

Begitu pula dalam meraih impian-impian kita. Rasa lelah dan putus asa pasti akan sering mampir dalam kehidupan kita, menggoyahkan keyakinan kita untuk mundur saja dalam permainan duniawi ini lalu kita akan menjadi orang yang pasif, pesimis dan tidak berfikir kritis. Jadilah kita menjadi seorang makhluk yang berada dalam barisan paling belakang. Tersingkir dari barisan-barisan unggulan yang selalu jadi rebutan setiap insan yang memang sangat antusias dengan yang namanya sebuah ‘kesuksesan’

Hendak begitukah dirimu? Saya yakin anda orang-orang yang sangat cerdas dalam menata kehidupan anda dan saya juga sangat yakin kalau anda adalah seorang hamba Allah yang selalu yakin akan kemampuan yang anda miliki untuk bersaing di dunia yang semakin tua ini.

So, mari kita sama-sama menaikkan impian-impian yang kita punya dengan usaha dan doa serta seonggok kesabaran dalam jiwa. Lalu tersenyumlah dengan hasil yang kita peroleh nanti. Dengan senyum penuh kemenangan.

Berani Melepaskan..

Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan, orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan tapi ada saatnya dimana kita harus berhenti mencintai seseorang bukan karena orang itu berhenti mencintai kita melainkan karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kebahagiaan kita sangat bergantung pada orang itu.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita merasa dia itu ganteng, cantik, teristimewa dibandingkan dgn yang lain.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
kita takut tidak dapat menemukan yang seperti dia.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika
begitu banyak saat-saat indah senantiasa terbayang di benak kita.

* Kita tidak ingin melepaskan seseorang ketika hati kita berkata "Saya sangat mencintainya".

Ingatlah !! Melepaskan bukanlah akhir dari dunia melainkan awal dari suatu kehidupan baru...

* Kita harus melepaskan seseorang karena kebahagiaan
kita tidak tergantung padanya.

* Kita harus melepaskan seseorang karena kita
menyadari yang ganteng,yang cantik, yang istimewa belum tentu yang terbaik
buat kita.

* Kita harus melepaskan seseorang karena kita tahu
jika 4JJI mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.

* Kita harus melepaskan seseorang ketika saat-saat indah hanyalah tinggal masa lalu.

* Kita harus melepaskan seseorang karena kepala kita
berkata "tidak ada lagi yang dapat dipertahankan".

* Kegagalan tidak berarti Anda tidak mencapai apa-apa...
namun Anda telah memahami sesuatu...!

Segala sesuatu ada waktunya, ada saat mempertahankan, ada saat melepaskan...!!

Kita harus berani melepaskan ketika
4JJI berkata kepada kita : "Lepaskan!"

Doa Qouw...

Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan
dia akan mejadi teman menapaki hidup
Satukanlah hatinya dengan hatiku
Titipkanlah kebahagiaan diantara kami
Agar kemesraan itu abadi
Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi
Seiringkanlah kami melayari hidup ini
Ke tepian yang sejahtera dan abadi

Tetapi ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan...
...Dia bukan milikku
Bawalah ia jauh dari pandanganku
Luputkanlah ia dari ingatanku
Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku

Dan peliharalah aku dari kekecewaan
Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan
Melontar bayangannya jauh ke dada langit
Hilang bersama senja nan merah
Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya

Dan ya Allah yang tercinta...
Gantikanlah yang telah hilang
Tumbuhkanlah kembali yang telah patah
Walaupun tidak sama dengan dirinya....

Ya Allah ya Tuhanku...
Pasrahkanlah aku dengan takdirMu
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan
Adalah yang terbaik buatku
Karena Engkau Maha Mengetahui
Segala yang terbaik buat hambaMu ini

Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku
Di dunia dan di akhirat
Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini

----------------------------------------
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Di dunia ini maupun di akhirat
----------------------------------------

Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman
Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup
Ke jalan yang Engkau ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh

Amin... Ya Rabbal 'Alamin

Memaafkan..

Pernahkah anda disakiti oleh orang yang anda cintai? Pernahkah anda
sangat menghargai seseorang kemudian memaki-maki anda? Atau pernahkah
anda ditinggal kekasih anda? Jika jawabnya Iya. Kata memaafkan adalah
hal mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan.

Itulah sebabnya kata memaafkan adalah mata air cinta. Yang mengalir
dalam ladang kehidupan yang kering kerontang, haus akan cinta dan
kasih sayang. Bagai air hujan yang turun dari langit menyirami bumi
membuat tanah subur kembali.