Jika aku bertanya pada diriku, apakah aku rindu dia?
jawab hatiku, Ya, aku rindu dia..
Walaupun aq tak tahu jalan mana yang harus kutempuh,
aq juga tak tahu apakah aq yang nantinya menjadi Sungai Nil yang abadi untuknya.
Aq hanya mengikuti apa yang telah menjadi takdir dari rencana Illahi..
Ini hanya masalah waktu, aku menyakininya.
Dan tidak diperlukan rumusan-rumusan sikap,
aku kini ingin mengalir,
sebisa yang kubisa,
aku akan selalu ingin membuatnya tersenyum,
biarlah hanya Allah yang Tahu betapa aku begitu mencintainya,
karena mencintai adalah bentuk ibadahku kepada-Nya.
Dan aku bukan pedagang kelontong yang selalu memaknai setiap memberi harus menerima,
hidup terlalu sempit untuk selalu dimaknai sebagai transaksi rugi - laba.
Apakah mencintai dan berusaha menjadi seseorang yang lebih baik,
menjadi modal yang cukup?
Biarkan realitas yang menjawabnya, satu tekadku:
mencintainya hingga ujung waktuku, cukup bagiku.
0 comments:
Post a Comment